Nyambi Sebagai Kontraktor, Bidan PNS Di Lutim Diduga Ngejar PSR Sampai Ke Jakarta. Alasannya Antar Anak Berobat Ke Makassar.

  • Whatsapp

Luwu Timur – Berprofesi sebagai bidan desa menjadi salahsatu tumpuan masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan ibu dan reproduksi perempuan, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Namun di Luwu Timur tepatnya di desa Kasintuwu Kecamatan Mangkutana memiliki cerita berbeda.

Bidan Desa diketahui bernama Nasmasriati yang sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini diduga terkesan sengaja mangkir dari Tupoksinya sebagai bidan desa dan ASN yang mana diketahui seorang pegawai berstatus PNS, Pemerintah memberikan keistimewaan berupa tunjangan daerah, hingga fasilitas rumah dinas.

Bagaimana tidak, perempuan yang akrab disapa Bidan Nur ini lebih mengutamakan kepentingan pribadinya ketimbang tupoksinya.

Dari data yang dihimpun tim investigasi media ini, ia berangkat dari Lutim bertolak ke Makassar, Sulawesi Selatan dengan ijin untuk mengantar anaknya berobat. Namun faktanya, setelah dilakukan penelusuran ia berada di Jakarta sesuai buku tamu yang bertuliskan namanya dengan status sebagai pemiliki salahsatu Koperasi yang bergerak dibidang peremajaan sawit.

“Kami sudah datangi tempat dia dinas, ibu Kapus bilang kalau bidan Nur ijin ke Makassar antar anaknya berobat sejak dua hari terakhir. Namun dari hasil informasi tim yang kami tugaskan khusus disalahsatu kantor instansi di Jakarta, Bidan Nur berada disana dan mengisi buku tamu,”beber A. Ade S selaku Dirut Media Info Group. Jumat, 14/08/2020 malam tadi.

Fatalnya lagi, saat dilakukan konfirmasi melalui via telepon bidan Nur mencoba mengelabuhi media bahwa dirinya saat ini (malam tadi) berada dikediamannya di Desa Kasintuwu.

“Saat kami telepon bida Nur bilang kalau dirinya ada dirumahnya, setelah tim kesana untuk menemui dengan keperluan wawancara ternyata tidak berada ditempat,”terang Ade.

Sementara, Plt. Kepala dinas Kesehatan Luwu Timur Dr Rosmini Fandin ketika ditemui untuk di konfirmasi terkait ijin bidan itu tidak ada tembusan ke kantornya.

“Tidak ada tembusan ke sini karena itu kewenangan Kapusnya, jadi kalau ingin lebih jelasnya tanya Kapusnya. Apabila seorang bidan meminta ijin untuk sesuatu hal yang mungkin memang tidak memakan waktu lama tanpa mengabaikan tugas fungsinya kami memberikan kebijakan tersebut kepada Kepala Puskesmasnya sebagai atasan langsung nya.

Karena wewenang ijin keluar sementara waktu dari tugas fungsi seorang Bidan ada pada keputusan atasannya yaitu Kepala Puskesmas tersebut,”urai Rosmini.

Ditempat terpisah, guna menguatkan dugaan informasi keberadaan bidan nur di Jakarta. Plt. Dinas pertanian Luwu Timur Amrullah, S.Pd M.M membenarkan adanya surat penugasan yang di berikan kepada salah seorang staf ke jakarta untuk percepatan pengusulan program peremajaan kelapa sawit di Luwu Timur.

“Kami berikan rekomendasi ijin kepada salah seorang staf kami yang kebetulan dia merupakan tim PSR di Luwu Timur. Tujuannya untuk mempercepat pengusulan program PSR yang sudah dikirim datanya ke Dirjenbun” Imbuh Amrullah.

Sekedar diketahui, Berdasarkan informasi yang dikirim Tim Investigasi dari Jakarta bahwa kedatangan warga Luwu Timur di Ibu Kota berjumlah Empat orang diantaranya Staf Dinas Pertanaian, Dua orang anggota DPRD Lutim dan satu orang perempuan yang mengatasnamakan dirinya sebagai pengurus Koperasi bukan sebagai bidan desa. (Tim***)

Pos terkait