Nasib Pesuluh Balambano Ditengah Pandemi Covid 19. Mendaki Gunung Demi Mendapat Jaringan Internet. Pemerintah Kami Dimana?

  • Whatsapp

Luwu Timur – Tak lepas dari para pesuluh (pelajar/murid) mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi sekaligus tidak lagi menjalani proses belajar diruang kelas pasca Pandemi Covid 19 mulai merogoh Indonesia.

Disisi lain tuntutan ilmu dan laporan hasil belajar terus akan dilaporkan ke pengajar. Olehnya itu, para pelajar dialihkan diberikan kelonggaran belajar dirumah (Katanya,red) secara sistem via online.

Tapi kenyataannya menjadi dilema para pelajar khususnya di siswa yang berdomisili di Dusun Balambano, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.

Bagaimana tidak, Salahsatu siswa mengatakan jarak dari rumah ke tempat untuk mendapatkan jaringan internet berkisar 1,4 Km.

“Jarak tempuh keseluruhannya untuk mencari jaringan sekitar 2 KM,’keluhnya.

Mirisnya lagi, para pelajar harus berjalan kaki. “Ada juga teman mengendarai motor tapi hanya beberapa meter saja dan selanjutnya jalan kaki pak. Sesampainya disana, kami manfaatkan pondok kebun milik warga agar terhindar dari terik matahari dan hujan,”tambahnya.

Ditanya apakah proses belajar ini sulit? Sangat pak, karena disamping kami harus berjalan kaki, ditempat ini juga kadang jaringannya tidak normal.

“Sementara teman-teman lain yang berdomisi di wilayah terjangkau jaringan hanya online di rumah masing-masing,” ucapnya.

Olehnya itu, kami berharap pemerintah daerah sedikit peduli ke kami di wilayah Balambano, karena sejak puluhan tahun sampai saat ini kami belum menikmati jaringan internet.

“Kami juga butuh, kami juga warga Kabupaten Luwu Timur, tolong pemerintah daerah perhatikan kami,” tandasnya. (Tim***)

Pos terkait