Diduga Oknun ASN Dinas Pertanian Berinisial RS Melakukan Intimidasi Dan Diskriminalisasi Delapan Kelompok Tani.

  • Whatsapp

Luwu Timur – Oknum ASN Dinas Pertanian Lutim diduga kuat lakukan intimidasi & kriminalisasi anggota kelompok tani sawit

Oknum ASN inisial Rs yang bekerja sebagai staf di dinas pertanian Luwu Timur diduga kuat lakukam intimidasi dan kriminalisasi terhadap anggota kelompok tani sawit penerima manfaat dalam program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Lutim.

Menurut keterangan yang dihimpun media ini, dari 8 kelompok tani sawit penerima manfaat dalam program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Luwu Timur masing-masing anggota petaninya di telepon sama Rs. Melalui perbincangan lewat telepon itu Rs seolah-olah ingin mengintimidasi dan memgarahkan semua anggota kelompok tani agar menghadap di Kejari Luwu Timur.

“Anggota kami di telepon sama Rs, menanyakan seputar pekerjaan peremajaan sawit yang sementara ini sedang berjalan. Kami sebagai ketua kelompok tentunya heran, kenapa bukan kami selaku ketua yang dia telepon, sehingga kami berfikir ada motif lain dibalik semua ini ungkap SI selaku ketua kelompok.

Dari 8 ketua kelompok hanya 1 orang yang mendapat panggilan resmi dari kejkasaan sementara anggota kelompok di suruh menghadap sama Rs tanpa surat panggilan resmi dari kejaksaan Luwu Timur.

Salah seorang anggota kelompok tani inisial Ar merasa heran jika dirinya ikut juga di panggil di kejaksaan.

“Kenapa kami sebagai anggota yang di panggil bukan pengurus kelompok, kami kan sudah berikan kuasa ke pengurus untuk mengurus semua pekerjaan terkait peremajaan sawit ini. Apa yang saya mau bilang kalau saya dimintai keterangan jelas saya tidak tahu, apa lagi proses pekerjaan saat sementara berjalan dan tidak ada yang keliru saya lihat, ujar Ar saat ditanya terkait panggilan kejaksaan ini.

Kuasa hukum 8 kelompok tani ronald Efendi, SH saat di konfirmasi membenarkan adanya panggilan resmi terhadap 1 orang ketua, sedangkan beberapa anggota kelompok dari kelompok lain diminta menghadap sama staf dari dinas pertanian Luwu Timur.

“Kami sebagai kuasa hukum 8 kelompok tani penerima manfaat program PSR ini sangat menyayangkan adanya intimidasi dan upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh staf dinas. Semestinya jika ada kesalahan atau ada sesuatu yang tidak sesuai menurut pandangan Dinas seharusnya di panggil dan diberikan nasehat agar tidak mengganggu proses pekerjaan yang sementara berjalan saat ini di lapangan, imbuh Ronald.

Kepala bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kab. Luwu Timur Muhtar yang dikonfirmasi membenarkan adanya surat panggilan dari kejaksaan.

“Surat undangan klarifikasi anggota kelompok tani termasuk perwakilan dari koperasi KAMU ada semua dikantor Dinas” jelas Muhtar.

Diketahui, Pekerjaan peremajaan sawit yang dikelola koperasi KAMU dan sementara berjalan di kab. Luwu Timur banyak mendapat intimidasi sampai dugaan kriminalisasi setelah berdirinya salah satu koperasi pengusul selain koperasi KAMU. (Tim***)

Pos terkait